Kabupaten Bogor, grahaberita.com. Sebagai langkah tindaklanjut surat Organisasi Ajudikasi Tersigap Nusantara ,terkait adanya chating WhatsApp salah satu Guru SDN Rawakalong 02/03 Gunung Sindur yang mengatakan bahwa wartawan yang menayangkan berita dugaan maraknya pungli di Sekolah Rawakalong 02/03 adalah perbuatan wartawan atau orang yang tidak senang, Wartawan Bodrex , yang mau memeras sekolah!!
Pembicaraan WA ini muncul setelah adanya pemberitaan tentang dugaan pungli di sekolah tersebut beberapa bulan yang lalu.
Media yang bergabung dalam organisasi Ajudikasi Tersigap Nusantara, merespons adanya nara sumber yang mengatakan bahwa Kepala Sekolah yang memimpin 2 sekolah yaitu SDN Rawakalong 02/03 sering membuat kebijakan yang mengarah kepada tindakan Pungli kepada para murid.
Seperti yang telah di beritakan beberapa media yang bergabung di Organisasi Ajudikasi Tersigap Nusantara setelah melakukan investigasi dan konfirmasi langsung kepada guru SDN Rawakalong 2/3 bernama Abdul Latif dan di perkuat juga hasil konfirmasi dengan kepala sekolah Sucipto yang juga sebagai ketua K3S Kecamatan Gunungsindur. Dalam konfirmasi tersebut, ternyata Kepala sekolah membenarkan adanya kebijakan yaitu memungut dari beberapa indikasi pungli , di antaranya saat SPMB Bulan Juli 2025 yang lalu adanya uang formulir sebesar 50 ribu rupiah dan pungutan 50 ribu rupiah per siswa untuk renovasi WC sekolah, seperti di akui oleh Abdul Latif saat di konfirmasi sebelum nya.
Tim awak media menaikkan pemberitaan sebagaimana hasil investigasi laporan wali murid dan konfirmasi terhadap Kepala SDN Rawakalong 2/3.
Namun setelah berita tersebut Viral dan tayang di beberapa Media yang bergabung di Organisasi Ajudikasi Tersigap Nusantara.
Seorang wali murid siswa pasang status Tiktok yang mem viralkan SDN Rawakalong 2/3 di tegur Abdul Latif melalui chating WhatsApp dan menyuruh agar menghapus status tersebut
Abdul Latif mengirim pesan WhatsApp kepada seorang wali murid :
Bu tolong hapus ya