Ciseeng, Grahaberita.com. Kegiatan Reses pada Hari Senin 10 Februari 2026 di Aula Kantor Kecamatan Ciseeng, di hadiri anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Golkar, Gerindra, PAN dan Demokrat, Jajaran Forkopimcam Ciseeng , Kepala UPTD, para Kepala Sekolah, Kepala Desa serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Camat Ciseeng Subhi menyampaikan beberapa program yang telah terealisasi di antaranya, rehabilitasi SDN Karya Bakti 3 ruang, perbaikan jaringan irigasi di beberapa desa di tahun 2025.
Lanjutnya dalam Musrenbang Tingkat Kecamatan Ciseeng sudah di sepakati
10 program kegiatan di antaranya : Desa Cibeuteng udik rehabilitasi jaringan irigasi, Desa Kuripan pembangunan RKB SMPN 2, Rehabilitasi SDN Cibogo 1 dengan pagu anggaran totalnya sekitar 10 Milyar untuk Tahun 2026.
Subhi juga menambahkan Kondisi Puskesmas Cibeuteng udik yang melayani 3 desa ruangan nya sudah tidak dapat menampung masyarakat yang berobat. Sudah beberapa kali mengajukan penambahan ruang untuk di tingkat. Ia juga mengajukan agar Kecamatan Ciseeng memiliki Polsek dan Koramil tersendiri, sementara ini masih bergabung dengan Kecamatan Parung.
Ketua Tim Reses dari Fraksi Golkar Okke Fauzi sangat menyayangkan ketidak hadiran Kepala Desa ,hanya ada satu Kepala Desa Kuripan dan tiga Sekretaris Desa sebagai perwakilan. Bagaimana kita mau setujui anggaran tiap Desa, jika Kadesnya saja tidak peduli dengan giat reses yang menyerap aspirasi. Kejadian tidak hadirnya Kades terjadi tiap tahun khususnya di Kecamatan Ciseeng, tidak seperti di Kecamatan Gunungsindur kemarin (9/2/2026) para Kepala Desa datang semuanya termasuk Kepala Sekolah, ungkap Okke.
Terkait usulan dari Camat Ciseeng mengenai Kantor Polsek dan Koramil di Kecamatan Ciseeng serta Tugu Perempatan Ciseeng termasuk lampu merah akan di bahas lebih lanjut.
Keluhan juga disampaikan oleh Sekretaris Desa Babakan mengenai Program Pisew dari aspirasi anggota DPR RI, pelaksanaan betonisasi di laksanakan oleh pihak ke tiga dengan kualitas yang tidak sesuai spesifikasi dan sudah hancur dalam hitungan bulan, pihak Pemdes yang menanggung beban, masyarakat taunya pihak desa yang menerima anggaran dan membangun jalan beton tersebut dan menimbulkan dilema.
Harapan Pemerintah Desa Babakan anggota DPRD turut mengontrol saat pelaksanaan, jangan hanya menguntungkan oknum-oknum termasuk pemborong, sehingga anggaran yang di gelontorkan sangat bermanfaat bagi masyarakat dapat menikmati jalan yang bermutu dan awet, papar Sekdes Babakan.