Ciseeng, Grahaberita.com. Miris Pelaksanaan Infrastruktur Program PISEW (Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah) menghubungkan Desa Babakan dengan Cibeuteng Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor di duga kuat pengerjaan nya tidak sesuai spesifikasi mulai dari bahan material dan cor beton secara manual menggunakan cangkul.
Hasil investigasi di lapangan di temukan papan begisting tinggi nya 13 cm dan ditanam, bahan material berupa split seperti sirdam campur lumpur, pasir yang di gunakan bukan pasir untuk cor beton, mirip pasir urug, ungkap seorang warga yang persis di depan rumahnya di bangun jalan tersebut. Molen cuma pajangan Pak ,nanti di geser- geser,ngaduk pake pacul semen nya juga ngirit,jelas bapak yang enggan namanya di tulis.

Hal senada di katakan seorang ibu, masa jalannya rusak warga yang di salahin ,nihh bapa liat masa cor' an kaya gini bisa di remas pake tangan saya yang perempuan, isinya pasir tidak ada ada semen sama batu split, tegasnya.

Kepala Desa Babakan Marwan selaku penerima manfaat sudah menanggapi laporan dari warga terkait jalan yang rusak dan langsung ke lokasi terkait jalannya yang pinggir nya rusak dan secepatnya harus di perbaiki. Saya juga menyalahkan pelaksana saat proses pengecoran secara manual hasilnya tidak sesuai spesifikasi,tegas Marwan.
Untuk tahap ke dua saya meminta kepada pelaksana agar menggunakan readymix dan kita awasi bersama, tandasnya.
Saat di konfirmasi Robi beberapa waktu yang lalu di depan kantor Desa Babakan ia mengaku penanggung jawab teknis , terkait bahan material dan proses pengecoran secara manual di bantahnya ,yang ngaduk manual cuma setengah hari pada hari pertama selanjutnya menggunakan molen, berbanding terbalik dengan keterangan warga sekitar, bahwa molen tersebut tidak di pakai cuma pajangan di geser-geser pas pindah lokasi. Menurutnya mutu beton K 250 meskipun secara manual, yang penting kualitas lihat saja hasilnya ,ujar Robi kepada awak media. Hal senada di katakan Didik pihak ke tiga (pemborong) untuk ketebalan beton 15 cm, jika kurang akan ditambahkan ke panjang jalan, bahkan saya sodakoh untuk titik nol tidak masuk opname, paparnya.
Ketua KKAD (Kelompok Kerja Antar Desa) Desa Babakan yang namanya tidak mau di tulis , mengatakan saya sebenarnya mau mengundurkan diri jadi Ketua KKAD, setelah tahu pengerjaan nya di laksanakan oleh pihak ke tiga atas permintaan JJ timses dari AR.
Pisew merupakan anggaran aspirasi dari Marlyn Maisarah anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra yang berhubungan dengan AR anggota DPRD Kabupaten Bogor. Terus terang JJ mengatakan kepada saya sudah ngasih dewan 15 persen, masa tidak ada untungnya , ungkap Ketua KKAD kepada awak media.
Abang cek saja ke lapangan seperti apa pengerjaan dan hasilnya, bahkan komplain dari orang Balai Provinsi Jawa Barat pada saat mulai pengerjaan di titik awal terkait papan begisting tinggi 13 cm dan ditanam sehingga ketebalan cor di tengah kisaran 6 , 7 cm, saya sudah sering ngasih tau terkait material juga.