Cibinong, Grahaberita.com. Puluhan ribu masyarakat Kabupaten Bogor memadati Stadion Pakansari untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 hijriah bersama Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Sabtu (21/3/2026). Warga berbondong-bondong sejak pagi hari mengajak serta keluarga untuk shalat dan ikuti pesta rakyat bertajuk “Lebaran Bersama Wargi”.
Shalat Idul Fitri tingkat Kabupaten Bogor juga dihadiri Wakil Bupati Bogor, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, jajaran DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, Dandim Kabupaten Bogor, Ketua Pengadilan Negeri Cibinong, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Bogor, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, MUI Kabupaten Bogor, jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, para kyai dan alim ulama.
Bertindak sebagai khatib, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, H.Dudu Rohman. Usai shalat Pemkab Bogor menyelenggarakan open house dan pesta rakyat di tempat yang sama.
Dengan menyediakan 7500 porsi makanan gratis, 21 gerobak UMKM gratis, hiburan permainan untuk anak, doorprize, serta dihibur suara emas Opick.
Para pedagang yang tidak mudik diundang untuk berjualan, dan dagangannya dibayarkan oleh pemerintah sehingga dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Selain itu, berbagai wahana permainan anak turut disediakan untuk menambah semarak suasana Lebaran. Ratusan bola juga dibagikan kepada anak-anak agar dapat bermain bersama usai shalat Idul Fitri.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat Idul Fitri di Stadion Pakansari merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia agar perayaan Lebaran dilakukan secara sederhana namun tetap penuh makna.
“Pak Presiden menghimbau agar Idul Fitri dirayakan dengan sukacita tanpa berlebihan. Oleh karena itu, kami memilih menggelar salat Id bersama masyarakat dalam suasana kebersamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemilihan Stadion Pakansari juga mempertimbangkan kondisi Lapangan Tegar Beriman yang saat ini tengah dalam proses revitalisasi pembangunan Alun-alun Tegar Beriman, sehingga diperlukan lokasi alternatif yang representatif.